Hai… Para bloger mania, terima kasih udah mau mampir di blog saya. Perkenalkan nama saya Fitriadi Darussalam, saya adalah salah satu Mahasiswa Universitas Jambi Fakultas Pertanian Program Study Hama dan Penyakit Tanaman Angkatan 2008 yang sekarang sedang duduk di semester VII (tujuh).
Saya mau menuangkan pikiran di tulisan yang sederhana ini, saya sebenarnya cukup prihatin dengan permasalahan yang ada dikampus saya, tepatnya Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Masalahnya pada tahun 2009, Program Study Hama dan Penyakit Tanaman Di Universitas Jambi dihapuskan dan diganti menjadi Jurusan Agroteknologi. Nah… nantinya pada semester 5 di Jurusan Agroteknologi ini baru dibagi lagi peminatannya terbagi menjadi tiga; yang pertama Agronomi, kedua Ilmu Tanah, dan ketiga Hama Penyakit Tanaman.
Yang membuat saya heran, kok mahasiswa Agroteknologi angkatan 2009 Cuma DUA ORANG yang berminat untuk peminatan Program Study Hama dan Penyakit Tanaman ini…
Kok gitu ya?...
Ada apa dibalik semua ini?...
Apa sebabnya yang membuat peminatan study ini sedikit?...
Menurut salah satu sumber yang saya dengar, mahasiswa Agroteknologi angkatan 2009 Fakultas Pertanian Universitas Jambi yang namanya dirahasiakan. Ha… Ha… Ha… Dia mengatakan bahwa mempelajari tentang hama dan penyakit tanaman itu sulit, karena disitu kita banyak menemui kata-kata yang pernah baru didengar dalam kehidupan, dan hafalan-hafalan mati yang membuat kepala pusing (pening) untuk menghafalnya. Hahaha…3x (Kalo mau banyak tau, ya mesti banyak tau hal baru donk?).
Makanya dia tidak berminat untuk memilih peminatan study hama penyakit tanaman tersebut. Kemudian, dia juga mengatakan bahwa masa study di peminatan HPT tersebut (Singkatan dari hama penyakit tanaman) tergolong lama. Karena kita didalam penulisan tugas akhir yang biasanya disebut skripsi sulit untuk diselesaikan dalam purna waktu yang cepat karena mesti banyak menguasai literatur tentang sekilas dunia hama penyakit tanaman (Ah,,, ngga’ juga tu. Ada kok yang selesai <4 tahun), selain itu pada proses penulisan skripsi tentunya kita melakukan penelitian, nah… di situ katanya persentase kegagalan pada proses penelitian tergolong tinggi. (Padahal ngga’ tuh, tergantung si praktikannya ceroboh apa ngga’). Hahaha…3x
Lagian jenis penelitian itu kan banyak. Contohnya, kalo kita pake metode survey juga bisa menyelesaikan skripsi, gak musti harus menggunakan jenis penelitian tertentu.
Dibandingkan dengan peminatan yang lain, lebih enak milih yang lain. Gitu lho katanya???
Hahahaha…3x
Saya mengangguk secara perlahan-lahan mendengar jawaban tersebut. Kembali saya luruskan jawaban tersebut :
Begini ya, Semua ilmu itu berguna, ilmu yang sulit dipelajari itu akan menambah nilai plus bagi kita jika kita bisa menguasainya.
Semakin sedikit orang yang menguasai ilmu tersebut, tentunya peluang kerja orang-orang yang menguasai ilmu tersebut bagaikan kita berdiri di pulau hawai yang melihat lautan samudera.
Intinya, Tidak ada tugas akhir itu tanpa tantangan (bagi yang mhs regular ya). Hehehehe….
Semuanya pasti ada tantangan…!!!
Baik itu tantangan internal maupun eksternal.
Untuk apa kita menekuni ilmu yang sudah banyak orang yang menguasainya, yang nantinya membuat kita bersaing berebut kursi kerja beramai-ramai bersama orang-orang tadinya, Hahaha…3x
Ya gak?...
OK Keep Spirit…
Yakin aja apa usaha yang kita lakukan itu sampai.



